Banyak produk bagus gagal bukan karena kualitasnya, tapi karena cara masuk pasarnya kurang tepat. Target terlalu luas, pesan tidak jelas, atau channel dijalankan tanpa urutan. Go to market strategy membantu menghindari hal itu. Di artikel ini kamu akan melihat contoh go to market strategy untuk tiga situasi berbeda beserta cara menyusunnya.

Artikel ini membahas komponen go to market strategy, contoh penerapannya di tiga situasi bisnis, dan langkah menyusunnya.
Daftar Isi
- Komponen Go To Market Strategy
- Contoh 1: Produk Konsumen Baru
- Contoh 2: Layanan B2B
- Contoh 3: Ekspansi ke Pasar Baru
- Langkah Menyusun Go To Market Strategy
- Template Sederhana
- Kesalahan yang Sering Terjadi
- FAQ
- Kesimpulan
Komponen Go To Market Strategy
| Komponen | Pertanyaan yang dijawab |
|---|---|
| Target pasar | Siapa yang paling mungkin membeli lebih dulu? |
| Masalah dan nilai jual | Masalah apa yang diselesaikan dan kenapa produkmu lebih baik? |
| Positioning dan pesan | Bagaimana produk ingin diingat dan kalimat apa yang dipakai? |
| Harga dan penawaran | Model harga dan penawaran pembuka seperti apa? |
| Channel | Lewat mana produk dipasarkan dan dijual? |
| Anggaran dan target | Berapa budget per fase dan apa target yang realistis? |
| Pengukuran | KPI apa yang menentukan langkah berikutnya? |
Contoh 1: Produk Konsumen Baru
Contoh go to market strategy pertama: sebuah brand skincare lokal meluncurkan serum baru.
- Target awal: perempuan usia 20 sampai 30 tahun di kota besar yang sudah rutin memakai skincare.
- Nilai jual: bahan aktif yang jelas dengan klaim yang bisa dibuktikan.
- Channel: TikTok dan Instagram untuk awareness, kreator untuk ulasan, marketplace untuk penjualan, lalu iklan katalog untuk mendorong pembelian.
- Urutan: seeding ke kreator sebelum peluncuran, kampanye peluncuran, lalu iklan retargeting ke orang yang sudah menonton konten.
- KPI: biaya per pembelian, rating ulasan, dan pembelian ulang.
Contoh 2: Layanan B2B
Contoh go to market strategy untuk B2B: perusahaan software meluncurkan aplikasi manajemen gudang.
Baca juga: Cara Forecasting Budget Iklan Pakai Data Historis
- Target awal: manajer operasional di perusahaan distribusi menengah.
- Nilai jual: stok lebih akurat dan proses lebih cepat dibanding pencatatan manual.
- Channel: Google Ads untuk kata kunci dengan niat tinggi, LinkedIn untuk konten edukasi, website dengan studi kasus, dan tim sales untuk demo.
- Urutan: halaman layanan dan studi kasus disiapkan dulu, lalu iklan pencarian, kemudian konten edukasi untuk memperluas jangkauan.
- KPI: jumlah demo, biaya per lead berkualitas, dan tingkat closing.
Contoh 3: Ekspansi ke Pasar Baru
Contoh go to market strategy ketiga: brand F&B yang sudah kuat di satu kota membuka cabang di kota lain atau masuk ke luar negeri.
- Target awal: pelanggan di sekitar lokasi baru dan komunitas yang sudah mengenal brand.
- Penyesuaian: riset kebiasaan dan harga di pasar baru, termasuk bahasa dan budaya lokal. Pembahasan untuk pasar luar negeri ada di strategi media sosial pasar luar negeri.
- Channel: Google Business Profile, iklan lokal di Meta dan TikTok, kreator lokal, dan promo pembukaan.
- KPI: kunjungan, pesanan online, dan ulasan di minggu minggu awal.
Langkah Menyusun Go To Market Strategy
- Riset pasar dan kompetitor. Ukur peluang, pelajari pemain yang ada, dan cari celah.
- Tentukan segmen pertama. Pilih satu sampai dua segmen yang paling mungkin membeli lebih dulu.
- Rumuskan positioning dan pesan utama. Satu kalimat yang menjelaskan untuk siapa produk ini dan kenapa berbeda.
- Tentukan penawaran. Harga, paket, atau insentif pembuka.
- Pilih channel dan urutannya. Mulai dari channel yang paling dekat dengan pembeli yang siap membeli.
- Siapkan aset. Website atau landing page, materi penjualan, company profile, dan kreatif iklan.
- Tetapkan anggaran dan target per fase. Gunakan benchmark iklan per industri sebagai titik awal.
- Jalankan, ukur, dan sesuaikan. Evaluasi setiap dua sampai empat minggu di fase awal.
Template Sederhana
| Bagian | Isi singkat |
|---|---|
| Produk | … |
| Segmen pertama | … |
| Masalah utama pembeli | … |
| Pesan utama | … |
| Penawaran pembuka | … |
| Channel fase 1 | … |
| Channel fase 2 | … |
| Anggaran per fase | … |
| KPI utama | … |
| Tanggal evaluasi | … |
Untuk memastikan tidak ada yang terlewat saat eksekusi, gunakan juga checklist marketing lengkap.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menargetkan semua orang sekaligus.
- Menjalankan semua channel bersamaan dengan budget kecil.
- Pesan berbeda beda di setiap channel.
- Tidak menyiapkan cara mengukur sejak awal.
- Strategi dan eksekusi dipegang tim yang tidak saling berkomunikasi.
Untuk riset ukuran pasar dan profil konsumen di Indonesia, data resmi bisa dicari di situs Badan Pusat Statistik (BPS).
Cara Memakai Contoh Go To Market Strategy untuk Bisnismu
Contoh go to market strategy di atas bukan template yang bisa disalin begitu saja. Gunakan sebagai kerangka, lalu sesuaikan dengan kondisi bisnismu.
- Pilih contoh go to market strategy yang paling mirip dengan model bisnismu, misalnya B2C, B2B, atau ekspansi.
- Ganti asumsi target pasar dengan data pelanggan nyata.
- Tentukan satu atau dua channel utama dulu sebelum menambah channel lain.
- Tetapkan metrik keberhasilan untuk 90 hari pertama.
Setelah berjalan, catat hasilnya dan jadikan dokumen itu contoh go to market strategy internal untuk peluncuran produk berikutnya.
FAQ
Berapa lama menyusun go to market strategy?
Tergantung kedalaman riset. Rencana dasar bisa disusun dalam beberapa minggu, lalu disempurnakan berdasarkan data setelah peluncuran.
Baca juga: Isi Company Profile Perusahaan: Struktur Lengkap, Contoh, dan Tips Membuatnya
Apakah bisnis kecil perlu go to market strategy?
Perlu, dalam versi sederhana. Bahkan satu halaman berisi target, pesan, channel, dan anggaran sudah sangat membantu.
Apa bedanya go to market strategy dengan marketing plan?
Go to market strategy fokus pada cara membawa produk tertentu ke pasar tertentu. Marketing plan biasanya lebih luas dan mencakup seluruh aktivitas pemasaran perusahaan dalam satu periode.
Apakah contoh go to market strategy bisa dipakai untuk UMKM?
Bisa. Contoh go to market strategy di atas bisa disederhanakan untuk UMKM dengan fokus pada satu segmen, satu channel utama, dan target penjualan yang realistis untuk tiga bulan pertama.
Kesimpulan
Go to market strategy yang baik memilih target yang tepat, menyampaikan pesan yang jelas, dan menjalankan channel dengan urutan yang masuk akal. Kalau kamu ingin rencana peluncuran disusun sekaligus dijalankan oleh satu tim, lihat layanan konsultan go to market strategy LOPOKOPI.CO.
Tentang Penulis
Tim Editorial LOPOKOPI.CO
Tim spesialis Google Ads, Meta Ads, SEO, social media, dan website dari LOPOKOPI.CO, agency digital marketing yang berjalan sejak 2016 dan berstatus Google Partner serta Meta Business Partner. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman mengelola kampanye klien di berbagai industri.
Menemukan informasi yang keliru atau sudah tidak relevan? Kabari kami lewat halaman kontak. Kenali kami lebih jauh di About Us.



