CPAS Tokopedia vs Iklan Internal Tokopedia, Mana yang Lebih Untung?

CPAS Tokopedia sering jadi pertanyaan seller sejak Tokopedia terintegrasi dengan TikTok Shop: apakah masih bisa dipakai, dan apakah lebih untung dibanding iklan internal seperti TopAds? Jawaban singkatnya, keduanya punya peran berbeda dan paling kuat kalau dipakai bersamaan.

Di artikel ini kami membedah cara kerja CPAS Tokopedia per 2026, perubahan iklan internal Tokopedia setelah integrasi, dan cara memutuskan porsi budget di antara keduanya. Semua informasi teknis kami cocokkan dengan panduan resmi Tokopedia dan TikTok Shop Seller Center.

Status CPAS Tokopedia Setelah Integrasi dengan TikTok Shop

Banyak seller mengira semua fitur iklan Tokopedia hilang setelah integrasi dengan TikTok Shop. Faktanya, aplikasi Tokopedia tetap berjalan, dan pihak TikTok sudah membantah rumor bahwa Tokopedia akan ditutup lalu diganti TikTok Shop.

Untuk CPAS, panduan resmi di Tokopedia dan TikTok Shop Seller Center menyatakan fitur ini terbuka untuk seller yang berjualan di Tokopedia. Ada satu batasan penting: CPAS hanya berlaku untuk produk yang terdaftar di Tokopedia, dan katalog tidak bisa dibuat untuk produk yang hanya ada di TikTok Shop.

Yang berubah besar justru iklan internal. Iklan produk TopAds dipindahkan ke TikTok Ads Manager dalam bentuk Tokopedia Product Shopping Ads, dengan peluncuran bertahap sejak Desember 2024 melalui undangan. Karena kebijakan platform bisa terus berubah, selalu cek ulang menu iklan di Seller Center kamu sebelum menyusun rencana.

Apa Itu CPAS Tokopedia dan Bagaimana Cara Kerjanya

CPAS Tokopedia adalah kolaborasi Tokopedia dengan Meta untuk menayangkan iklan katalog produk Tokopedia di Facebook, Instagram, dan jaringan Meta. Saat calon pembeli mengklik iklan, mereka diarahkan ke halaman produk di Tokopedia lalu checkout di sana.

Kekuatan CPAS ada pada data. Katalog Tokopedia terhubung langsung ke Meta, sehingga iklan dinamis bisa menampilkan produk yang paling relevan untuk setiap orang. Kalau kamu ingin konsep dasarnya lebih lengkap, baca dulu artikel kami tentang apa itu CPAS.

Syarat Utama Menjalankan CPAS Tokopedia

  • Akun iklan Meta yang sudah memiliki metode pembayaran aktif.
  • Akun seller Tokopedia dengan produk yang terdaftar di Tokopedia.
  • Data Business Manager berupa email penanggung jawab, nama dan ID Business Manager, serta ID akun iklan.
  • Batas katalog hingga 3 katalog per seller.

Alur Setup Singkat

  1. Buka menu Marketing lalu Collaborative Ads di Seller Center, klik Register Now, isi data Meta, lalu kirim.
  2. Catat nama katalog yang dibuat otomatis, karena nama ini dipakai saat membuat kampanye.
  3. Buat link UTM di Seller Center dan salin Tracking Parameter yang dihasilkan.
  4. Di Meta Ads Manager, buat kampanye dengan opsi Promote Catalogue Sales, pilih katalog tadi, lalu tempel Tracking Parameter di nama kampanye sesuai panduan.
  5. Berikan akses View Performance akun iklan kamu ke Business ID Tokopedia lewat menu Assign Partner, agar performa tampil di Seller Center.

Iklan Internal Tokopedia Setelah Integrasi

Iklan internal adalah iklan yang tayang di dalam ekosistem marketplace, misalnya di hasil pencarian dan rekomendasi produk. Dulu kita mengenalnya sebagai TopAds, yang dikelola langsung dari Seller Center Tokopedia.

Setelah integrasi, panduan resmi menjelaskan bahwa Tokopedia Product Shopping Ads dikelola di TikTok Ads Manager. Iklan ini bisa tampil di penempatan Tokopedia seperti hasil pencarian dan rekomendasi, dengan optimasi berbasis tujuan seperti target ROAS, CPA, atau CPC.

Saat kamu mengaktifkan Product Shopping Ads di TikTok Ads Manager, kampanye TopAds yang masih aktif di Seller Center akan dinonaktifkan. Data historisnya tetap bisa diunduh, jadi simpan laporan lama sebelum migrasi. Di menu iklan juga tersedia GMV Max sebagai opsi kampanye otomatis.

Baca juga: Cara Setting CPAS Shopee dari Nol, Panduan Langkah demi Langkah

Seller yang hanya berjualan di Tokopedia perlu membuat akun TikTok Shop dan akun TikTok Ads Manager terlebih dahulu sebelum bisa memakai Product Shopping Ads. Prosesnya meliputi integrasi toko, integrasi akun iklan, lalu pengaturan penagihan.

Bagi tim kecil, perubahan ini berarti ada dua dashboard yang perlu dipantau: TikTok Ads Manager untuk iklan internal, dan Meta Ads Manager untuk iklan kolaborasi. Siapkan satu laporan gabungan sederhana di spreadsheet agar keputusan budget tidak diambil berdasarkan potongan data.

CPAS Tokopedia vs Iklan Internal: Perbandingan Lengkap

Supaya lebih mudah, berikut perbedaan utama CPAS Tokopedia dan iklan internal Tokopedia dari sisi yang paling memengaruhi keuntungan.

  • Posisi dalam funnel. Iklan internal menangkap orang yang sudah mencari produk di Tokopedia. CPAS menjangkau orang di Facebook dan Instagram yang belum tentu sedang mencari.
  • Jenis permintaan. Iklan internal bekerja pada permintaan yang sudah ada. CPAS menciptakan permintaan baru dan memperluas pasar toko.
  • Platform pengelolaan. Iklan internal kini dikelola di TikTok Ads Manager, sedangkan CPAS dikelola di Meta Ads Manager dengan katalog Tokopedia.
  • Kebutuhan kreatif. Iklan internal lebih bergantung pada judul, harga, dan rating produk. CPAS butuh kreatif visual yang mampu menghentikan scroll.
  • Pola ROAS. Iklan internal umumnya lebih cepat menghasilkan karena niat beli sudah tinggi. CPAS cenderung butuh fase belajar, tapi membuka pembeli baru yang tidak terjangkau iklan pencarian.

Cara paling adil menilainya adalah melihat total penjualan toko dan jumlah pembeli baru sebelum dan sesudah CPAS berjalan. Jika total penjualan naik lebih besar dari tambahan biaya iklan, kombinasi kedua kanal itulah yang untung.

Mana yang Lebih Untung?

Kalau ukurannya hanya ROAS jangka pendek, iklan internal sering terlihat lebih unggul. Namun pembeli yang mencari di marketplace jumlahnya terbatas dan diperebutkan banyak seller, sehingga biaya per klik bisa terus naik.

CPAS Tokopedia lebih untung untuk tujuan pertumbuhan. Iklan ini menambah volume pembeli baru, membangun permintaan untuk produk yang belum banyak dicari, dan memperbesar jumlah orang yang nantinya mencari brand kamu di Tokopedia.

Kapan Sebaiknya Memakai CPAS Tokopedia

Berikut situasi yang biasanya membuat iklan kolaborasi ini layak diprioritaskan.

  • Produk visual atau baru. Fashion, kecantikan, dekorasi, dan produk inovatif lebih mudah dijual lewat visual daripada lewat kata kunci.
  • Pencarian di marketplace sudah jenuh. Kalau biaya iklan internal terus naik tanpa tambahan penjualan, saatnya menambah sumber trafik dari luar.
  • Ada kampanye besar. Momen seperti tanggal kembar, Ramadan, atau peluncuran produk butuh jangkauan luas dalam waktu singkat.
  • Katalog cukup lengkap. Iklan katalog dinamis bekerja lebih baik ketika algoritma punya banyak pilihan produk.

Sebaliknya, kalau toko masih baru, rating belum terbentuk, dan ulasan masih sedikit, fokuskan dulu pada iklan internal dan optimasi listing. Trafik dari CPAS akan sia sia kalau halaman produk belum meyakinkan.

Strategi Kombinasi agar Keduanya Saling Menguatkan

Strategi yang paling sering kami pakai adalah membagi peran. Iklan internal menjaga penjualan dari permintaan yang sudah ada, sedangkan CPAS mendorong pertumbuhan dan menjangkau audiens baru.

  1. Mulai dengan iklan internal untuk produk terlaris agar penjualan dasar terjaga.
  2. Jalankan CPAS untuk product set terpilih dengan kreatif video pendek.
  3. Gunakan audiens luas dulu, lalu uji retargeting untuk pengunjung yang belum membeli.
  4. Pantau pencarian nama brand di Tokopedia, karena kenaikannya sering jadi efek tidak langsung dari CPAS.
  5. Evaluasi gabungan per minggu, bukan per kanal saja, agar kontribusi masing masing terlihat utuh.

Untuk gambaran yang lebih luas soal peran tiap platform iklan, artikel kami tentang Google Ads vs Meta Ads vs TikTok Ads bisa membantu.

Baca juga: CPAS vs Shopee Ads, Kapan Harus Pakai yang Mana?

Kesalahan yang Membuat CPAS Tokopedia Terasa Rugi

Banyak seller berhenti memakai CPAS karena merasa rugi di bulan pertama. Setelah kami telusuri, penyebabnya biasanya bukan platformnya, melainkan pengaturan dan cara mengukurnya.

  • Lupa memberi akses View Performance. Tanpa akses ini, performa tidak tercatat di Seller Center, sehingga hasil iklan tampak nol padahal penjualan sebenarnya ada.
  • Tracking Parameter tidak dipasang. Nama kampanye tanpa parameter yang benar membuat data sulit dicocokkan antara Meta dan Tokopedia.
  • Membandingkan dengan ROAS iklan pencarian. Iklan yang menjangkau audiens dingin wajar punya ROAS awal lebih rendah, jadi bandingkan dengan biaya mendapatkan pembeli baru.
  • Kreatif tidak pernah diganti. Audiens media sosial cepat bosan, sehingga visual yang sama berminggu minggu akan menurunkan CTR.
  • Halaman produk lemah. Foto seadanya, deskripsi pendek, dan ulasan sedikit membuat klik mahal tidak berubah jadi pesanan.

Satu lagi yang sering terlupa adalah margin. Hitung dulu berapa biaya iklan maksimal per pesanan yang masih menguntungkan, lalu jadikan angka itu batas evaluasi kampanye.

Sebagai gambaran, kalau margin kotor sebuah produk Rp60.000 per pesanan, biaya iklan per pesanan di atas angka itu berarti kamu rugi di transaksi pertama. Angka tersebut masih bisa diterima bila pembeli cenderung membeli ulang, tapi keputusan itu harus disadari, bukan kebetulan.

Pengalaman LOPOKOPI.CO di Iklan Marketplace

Sejak 2016, kami membantu lebih dari 100 brand dengan enam unit in house, tanpa subkontraktor. Tim kami terdiri dari spesialis Meta Ads, TikTok Ads, kreatif, dan data yang bekerja dalam satu atap, sehingga iklan Meta dan iklan internal bisa diatur dalam satu strategi.

Kami juga memahami bahwa marketplace bukan satu satunya kanal. Aruna Indonesia, misalnya, berkembang bersama kami dari marketplace only menjadi punya toko online sendiri di Shopify, sehingga brand tidak bergantung pada satu platform.

Kalau kamu ingin iklan kolaborasi ini dikelola dengan rapi dari setup hingga laporan, lihat layanan jasa iklan CPAS Shopee Tokopedia dari LOPOKOPI.CO.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah CPAS Tokopedia masih bisa dipakai di 2026?

Berdasarkan panduan resmi Seller Center, CPAS Tokopedia masih tersedia untuk produk yang terdaftar di Tokopedia. Produk yang hanya ada di TikTok Shop tidak bisa dibuatkan katalog CPAS.

Apakah CPAS Tokopedia butuh pixel di website?

Tidak, karena pembelian terjadi di Tokopedia. Pelacakan memakai katalog, Tracking Parameter dari Seller Center, dan akses View Performance yang diberikan ke Tokopedia.

Apakah TopAds masih ada?

Iklan produk TopAds dipindahkan ke TikTok Ads Manager sebagai Tokopedia Product Shopping Ads secara bertahap melalui undangan. Cek notifikasi Seller Center kamu untuk status akun masing masing.

Lebih baik mulai dari CPAS Tokopedia atau iklan internal?

Untuk toko baru, mulai dari iklan internal dan optimasi listing. Setelah penjualan dan ulasan terbentuk, tambahkan CPAS untuk menjangkau pembeli baru.

Pada akhirnya, CPAS Tokopedia dan iklan internal bukan pilihan salah satu, melainkan dua mesin yang saling melengkapi. Kalau kamu butuh tim yang bisa mengatur keduanya, jasa CPAS Tokopedia dari LOPOKOPI.CO siap membantu. Hubungi kami di sini untuk mendiskusikan target toko kamu.

Chat With Us on WhatsApp Click Here to Get Instant Support